Masalah dalam penelitian






1.      Pengertian Masalah dalam Penelitian
Masalah didefinisikan sebagai keadaan atau kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Berdasarkan identifikasi terhadap masalah-masalah, maka peneliti menentukan skala prioritas yaitu menentukan masalah yang segera dilakukan pemecahannya. Seseorang harus menentukan dan membatasi bukan hanya masalah yang lebih umum, tetapi juga masalah yang bersifat khusus atau lebih bersifat profesional. Pemilihan masalah tidak tergantung pada tingkatan kaidah atau persyaratan-persyaratan yang sama, seperti rancangan penelitian, pengukuran, atau teknik statistiknya yang disesuaikan dengan jenis masalah.
2.      Karakteristik Sebuah maslah
Menurut Tuckman (1999), suatu masalah memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.      Masalah menanyakan hubungan antara dua atau lebih variabel.
2.      Masalah dinyatakan atau dirumuskan secara jelas dan tidak ambigius.
3.      Masalah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan (atau, kalau tidak, dalam bentuk suatu pertanyaan secara implisit seperti tujuan penelitian adalah ingin menentukan apakah...)
4.      Masalah itu dapat diuji melalui metode empiris artinya adanya kemungkinan pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ingin ditanyakan.
5.      Masalah tidak menyangkut moral dan etika.

3.      Pertimbangan khusus dalam memilih masalah
            Ada beberapa pertimbangan atau kriteria khusus yang perlu diikuti oleh seorang peneliti sebelum melaksanakan penelitiannya. Bisa saja seseorang mengajukan sebuah permasalahan yang menjadi pusat perhatiannya. Namun demikian, tidak semua masalah itu bisa dilaksanakan atau memiliki arti (signifikan) untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Hal yang lebih kritis apakah masalah yang menarik itu bisa dipecahkan secara empiris melalui pengumpulan data di lapangan.
            Pertimbangan-pertimbangan khusus perlu diambil oleh seorang peneliti. Pertimbangan-pertimbangan khusus yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1.      Dapat dilaksanakan
Untuk memilih dan menentukan masalah-masalah yang akan kita teliti, pertimbangan praktis sangat penting agar penelitian dapat dilakukan. Berkenaan dengan pertimbangan dapat dilaksanakan (workability) ini diajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1.      Apakah penelitian memiliki keterbatasan sumber dana, tenaga dan waktu ?
2.      Apakah peneliti memiliki akses sampel yang dimiliki dalam jumlah yang diperlukan ?
3.      Apakah peneliti yakin bahwa ia akan dapat menemukan jawaban atas masalah itu ?
4.      Apakah metodologi yang dipersyaratkan dan digunakan dalam penelitian itu dapat dikendalikan atau dikontrol dan dimengerti ?

2.      Berguna untuk kepentingan luas
Hasil penelitian diharapkan memiliki manfaat yang besar untuk keperluan yang luas. Hasil penelitian bukan hanya untuk ilmu itu sendiri, melainkan memberikan sumbangan untuk kepentingan lainnya. Pertanyaan yang berkaitan dengan pertimbangan ini misalnya :
1.      Apakah masalah dan ruang lingkup (scope) itu cukup penting untuk memenuhi syarat yang menyebabkan penelitian itu dilakukan ?
2.      Apakah penelitian itu menggunakan variabel-variabel yang cukup ?
3.      Apakah penelitian itu memiliki hasil yang potensial ?
4.      Ada sesuatu yang cukup menarik ?

3.      Menarik minat
Masalah penelitian disamping memiliki signifikasi yang praktis untuk keperluan memecahkan masalah, tidak dapat dihindari bahwa penelitian akan dilakukan perlu dilandasi minat peneliti. Ada masalah-masalah penting untuk dipecahkan, tetapi tidak menarik bagi peneliti. Lebih baik, masalah penelitian sangat urgen dan signifikan dan menarik minat bagi peneliti. Pertanyaan yang berhubungan dengan pertimbangan minat ini, misalnya :
1.      Apakah peneliti berminat terhadap masalah itu dan memecahkannya /
2.      Apakah masalah itu berkaitan dengan latar belakang peneliti ?
3.      Apakah masalah itu berhubungan dengan pekerjaan ?
4.      Apakah masalah itu menimbulkan semangat untuk anda ?
4.      nilai teoritis
Penelitian yang kita lakukan, sebenarnya bukan hanya untuk memecahkan masalah-masalah praktis lapangan. Adakalanya bahkan sangat diharapkan hasil penelitian yang kita lakukan memberikan sumbangan bagi pengembangan teori atau mungkin menghasilkan teori baru. Pertanyaan yang kita ajukan berkenaan engan pertimbangan nilai teroretis ini, misalnya sebagai berikut:
1.      apakah masalah itu dapat mengisi kesenjangan dalam kepustakaan ?
2.      apakah pihak lain juga mengakui perlunya masalah itu ?
3.      apakah penelitian yang digarap itu memberikan lontribusi terhadap pengembangan bidang ilmu si peneliti ?
4.      apakah hasil penelitian itu nanti bisa disebarluaskan ?                                         
5.      Nilai praktis                                                                                                                                  sebagaimana diuangkapkan didepan, penelitian yang kita lakukan kadang kala digunakan untuk keperluan pemecahan masalah-masalah praktis. Pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan nilai praktis ini sebagai berikut:
1.      Apakah pemecahan terhadap masalah dalam penelitian itu dapat meningkatkan praktik atau pelaksaan pendidikan ?
2.      Apakah para praktisi pendidikan itu nanti akan tertarik dengan hasil penelitian yang anda lakukan ?
3.      Apakah hasil penelitian itu nanti bisa mengubah sistem pendidikan?
4.      Apakah dengan hasil penelitian itu nanti akan mengubah cara-cara anda dalam melaksanakan praktis pendidikan?

5.      Pemilihan masalah penelitian pengembangan

Masalah-masalah penelitian sebagaimana dikemukakan diatas, pada umumnya berkenaan dengan penelitian deskriptif, korelasional, dan eksperimental. Disamping jenis masalah-masalah penelitian tersebut, tidak dapat melakukan penelitian untuk memecahkan masalah-masalah atau persoalan-persoalan praktis dilapangan, applied research, yaitu dengan cara memverifikasi sebuah rancangan atau desain, starategi, pendekatan, model, dan lain sebagainya.
Untuk keperluan pemecahan personal praktis dilapangan tersebut, penelitian yang kita lakukan berkenaan dengan penelitian tindakan kelas. Atau, kita dapat melakukan suatu penelitian pengembangan, yaitu mengembangkan sebuah rancangan atau desain, starategi, pendekatan atau sebuah model. Penelitian yang berkenaan dengan pengembangan model atau rancangan, misalnya pengembangan rancangan model Dickdancarey, model Banathy, model IDI, dan sebagainya. Disamping itu, penelitian pengembangan dapat dilakukan untuk mengembangkan sebuah produk, misalnya media pembelajaran.
Rumusan masalah pengembangan biasanya dinyatakan dalam bentuk kesenjangan, atau kondisi belum (kurang) terpenuhinya sesuatu. Contoh rumusan masalah penelitian pengembanagn dapat diungkapkan sebagai berikut.
Rumusan masalah pengembangan
“... Pada kenyataannya telah memberikan kontribusi bagi peningkatan hasil belajar siswa. Namun demikian, saat ini masih belum tersedia multimedia pembelajaran interaktif dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS). Untuk itulah, perlu dikembangkan multimedia pembelajaran tersebut.
Masalah penelitian pengembangan kadang kala dirumuskan dengan menggunakan kalimat tanya, misalnya sebagai berikut : Apakah pengembangan multimedia interaktif dalam mata pelajaran IPS efektif untuk meningkatkan pembelajaran IPS? Secara khusus, masalah-masala penelitian dirumuskan sebagai berikut :
1.      Apakah pengembangan multimedia interaktif dalam mata pelajaran IPS di Sekolah Dasar X dapat meningkatkan hasil belajar berupa pemahaman konsep siswa kelas V ?
2.      Apakah penampilan multimedia interaktif dalam mata pelajaran IPS di Sekolah Dasar X efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa ?












 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tabur kebaikan